Jumat, 26 Maret 2010

AKTIVATOR

1. Jelaskan cara pembuatan activator direct dan indirect!

Jawab

A. Pembuatan activator indirect

Konstruksi activator membutuhkan model kerja dan gigitan malam.

a. Cetakan untuk model harus dibuat dengan bahan cetak alginat yang diperluas ke batas sulkus labial dan lingual. Cetakan harus cukup lebar ke sulkus lingual pada daerah molar di gigi tiruan bawah dan pada sulkus labial di rahang atas. Cetakan yang pendek pada daerah ini akan menyulitkan dalam tahap pembuatan pesawat di laboratorium. Sebagai titik awal pembuatan model gigitan, ada beberapa detail yang perlu diperhatikan:

o Mandibula harus digerakkan ke depan sampai hubungan oklusi bukal antero-posterior, normal.

o Gigitan harus dibuka sedemikian rupa sehingga segmen labial bawah dan atas terpisah, agar insisal edge insisivus bawah dapat ditutup dengan baseplate pesawat dan masih ada ruang untuk modifikasi pesawat di lingual insisivus atas.

o Garis tengah harus saling bertemu.

b. Model gigitan dibuat dengan modeling wax merah muda, sejumlah malam lunak yang dibentuk ke bentuk tertentu yang bervariasi, menurut keinginan pribadi operator. Bite blok tapal kuda lebih disukai dan memiliki keuntungan yaitu menghasilkan daerah lingual mulut yang bebas selama pengambilan gigitan, tetapi harus dipegang dengan hati-hati selama pemasangan dan pengeluaran dari mulut karena mudah rusak dan sulit diletakkan dengan tepat pada model kerja.

c. Model kerja yang sudah diperoleh diletakkan pada model gigitan dan ditahan kuat-kuat. Pada tahap ini, ketepatan dan kesesuaian hubungan gigitan harus diperiksa dengan bantuan record dan oklusi pasien. Bila semuanya tepat, model harus dikirim ke laboratorium, untuk pembuatan pesawat.

d. Artikulasi model. Cara termudah untuk mengartikulasi model adalah dengan menggunakan articulator standar yang sederhana dengan gigi-gigi insisivus menghadap ke arah hinge articulator. Permukaan lingual model menghadap ke luar sehingga memungkinkan pembuatan baseplate malam. Perlu untuk memotong base agar model dapat dipasang, dengan melalui gigitan kerja, antara blade atau garpu artikulasi bila letaknya sejajar. Baru kemudian model dapat dilepas dari articulator tanpa perlu memisahkannya dengan gigitan kerja atau dari pesawat malam yang telah selesai dibuat. Kemungkinan model dilepas dari articulator dengan cara ini dapat menghindarkan rusaknya permukaan artikular, yang cenderung terjadi bila model artikulasi dibuka dari gigitan malam atau pesawat malam. Bila model telah dibuka dari articulator, model dapat dipisahkan dari gigitan malam dengan hanya memanaskannya, bila perlu, dan pesawat malam dapat dilepas dengan mudah sebelum melakukan flasking dan menyempurnakan pembuatan pesawat tersebut. Bila model telah dipasang pada articulator, sekrup harus dikencangkan dan sebagai tindak penjagaan lebih lanjut, dimensi vertical diukur dan dicatat pada dasar model bawah sebelum model diganti posisinya pada gigitan malam.

e. Konstruksi Labial Bow. Model dilepas dari articulator dan gigitan malam dan dari partikel-partikel malam yang melekat padanya. Labial bow sederhana dibuat untuk model atas, meluas ke distal ke pusat permukaan labial gigi-gigi kaninus dan dengan lingkaran U pada kedua sisinya. Ujung bow dilewatkan antara gigi kaninus dan premolar ke palatum. Bow harus terbuat dari kawat stainless steel keras dengan ketebalan 0,9 mm. Bila diperlukan bow yang lebih kuat, dapat digunakan kawat setebal 0,8 mm, dimana perlu diperkuat pada daerah-daerah masuknya kawat ke baseplate dengan memasang tube stainless steel yang pendek dengan diameter bagian dalam yang tepat. Kawat yang lebih tipis diperlukan bila ingin dilakukan penekanan pada gigi-gigi insisivus atas dengan cara menekan lingkaran U, karena jenis bow ini selalu kaku dan sulit untuk mendapat control sensitive dari jumlah tekanan yang dihasilkan bow dari jenis kawat ini. Labial bow ini digunakan untuk membuat gigi-gigi pada segmen labial bergerak mengikuti pergerakan gigi-gigi pada segmen bukal, ketika terjadi perubahan hubungan oklusal. Bow juga dapat diaktifkan untuk menghasilkan inklinasi lingual gigi-gigi pad segmen labial. Ketika melewatkan ujung labial bow ke palatum model atas, kawat harus dijaga agar terletak menjauhi gigi-gigi dan untuk membuat tag memiliki jarak sama antara gigi-gigi atas dan bawah. Kadang-kadang tag dibawa ke palatum, berkontak dengan embrasure antara kaninus dan premolar pertama. Akibatnya, bila pesawat nantinya diasah dengan steel bur, ada resiko kerusakan kawat, karena kawat terletak di dekat permukaan bahan baseplate. Bila kawat dilewatkan di tengah-tengah antara gigi-gigi atas dan bawah, kawat terletah jauh di dalam baseplate, pada keadaan ini resiko mengasah terlalu dalam ke kawat, dapat dikurangi pada saat mengasah pesawat tersebut. Penjangkaran akhir dari ujung labial bow pada baseplate cukup sederhana, dan bila ujungnya dibawa ke bawah palatum, dapat dipastikan bahwa tag tertanam kuat dalam bahan baseplate.

f. Waxing baseplate. Harus dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

o Waxing baseplate atas dan bawah

o Pasang labial bow pada baseplate atas

o Pasang baseplate pada model di articulator

o Haluskan lapisan malam dari seluruh pesawat

Dalam melakukan waxing baseplate atas dan bawah, penting untuk memastikan bahwa malam cukup lunak untuk dapat mencetak dengan baik embrasure antara permukaan lingual gigi-gigi. Untuk mengadaptasikan malam pada permukaan gigi dan gingival, sebaiknya malam digunakan dalam bentuk gulungan selebar 1 cm dengan lapisan luar yang lunak. Gulungan dibengkokkan agar sesuai dengan permukaan lingual lengkung gigi, terletak tepat di bawah tepi gingival permukaan lunaknya ditekan ke gigi-gigi dan embrasure antara gigi dan ke permukaan oklusalnya. Bila malam lunak, dapat digunakan tekanan ringan tetapi cukup besar, dan gigi-gigi insisivus harus ditahan pada permukaan labialnya dengan telunju sehingga gigi-gigi tersebut tidak patah. Pada model bawah, malam lunak harus diletakkan di atas dan pada ujung insisal edge gigi-gigi depan, selapis tipis. Perlu dihindari penempatan lapisan malam keras yang tebal di atas insisivus bawah pada tahap ini, karena bila baseplate ditekan agar berkontak akan terbentuk titik tekanan yang sangat besar di atas insisivus bawah, yang mendorong patahnya gigi-gigi plaster tersebut. Ketika malam diadaptasikan pada gigi-gigi dan tepi gingival, sisa gulungan harus digunakan untuk membuat baseplate dari sebagian daerah pesawat atas dan bawah. Pada rahang atas, malam diregangkan ke bawah ke palatum dan segmen dari kedua sisi bertemu pada garis tengah dengan bantuan pisau malam yang panas. Metode penyelesaian konstruksi baseplate atas yang lain adalah sebagai berikut, bila malam telah melekat dengan baik pada gigi-gigi, malam dapat dibuang dari permukaan lingual hanya sampai malam tersebut masih memegang gigi-gigi dan tepi gingival, baru kemudian ditambahkan lapisan tunggal malam yang baru pada palatu. Dengan metode ini, sulit menghindari adanya garis sambungan yang terlihat jelas antara kedua malam tersebut bila pesawat dipandang dari palatal, dan dalam menghilangkan malam pertama kita harus sangat berhati-hati agar tidak terlalu jauh dan memotong gigi di bawahnya. Pada rahang bawah, gulungan malam biasanya cukup untuk membuat semua daerah baseplate; malam hanya ditekan ke sulkus lingual dan diperbaiki bentuknya.

g. Pemasangan Labial Bow. Metode paling sederhana untuk memasang labial bow pada baseplate atas adalah dengan melunakkan daerah baseplate dengan pisau panas untuk tempat bow tersebut. Malam yang lunak didinginkan dengan aliran udara dan bow dikencangkan dengan keluarnya aliran malam pink di sekitar tag tersebut. Metode pemanasan tag bow dan melelehkannya ke baseplate, cukup merepotkan dan cenderung tidak tepat, karena sulit untuk memanaskan tag dengan temperature yang tepat, cukup lama agar kawat dapat dipasang dengan baik. Bila kawat tidak cukup panas, kawat tidak dapat melelehkan malam. Bila terlalu panas, terlalu banyak malam yang leleh dan mengalir, di mana diperlukan waktu agar malam dapat memegang kawat; dan bow harus ditahan pada tempatnya dengan hati-hati. Tag tidak boleh terletak tepat di atas plaster, tetapi hanya menyentuh dengan ujung yang dibengkokkan ke bawah, jadi berarti bahwa bow dapat ditahan pada posisinya dengan membengkokkan ke bawah ujungnya untuk tujuan memperbaiki posisi, baru kemudian bow dicekatkan dengan aliran malam di sekitar tag, dan mengencangkannya pada permukaan baseplate.

h. Menghubungkan bagian-bagian baseplate. Model dipasang kembali pada articulator dan articulator dioklusikan. Pada tahap ini, perlu diperiksa permukaan oklusi dari kedua bagian untuk memastikan bahwa keduanya tidak saling bertemu, dan sekurang-kurangnya ada jarak 1 mm antara malam di permukaan oklusal dan insisal gigi-gigi. Menghubungkan kedua baseplate dilakukan dengan segulung malam lunak, permukaan oklusal baseplate dilunakkan tepat sebelum memasang gulungan tersebut dan articulator dioklusikan. Ketika articulator dioklusikan, harus tetap diperiksa dimensi vertikan antara model atas dan bawah, dengan menggunakan tanda registrasi dan catatan dimensi semula. Waxing pesawat disempurnakan dengan menghaluskan daerah sambungan antara bagian atas dan bawah, menjaga ketepatan dan kerapian malam di sekitar segmen insisivus, dan menghaluskan permukaan lingual pesawat dengan nyala lampu yang kecil. Model dilepas bersama-sama dari articulator dan tiap model dipisahkan dengan hati-hati terhadap pesawat malam. Pengasahan akhir dari pesawat dapat dilakukan; sayap lateral dapat dikurangi sampai setengah lebar gigi-gigi di segmen bukal, karena dapat menghemat waktu dan tenaga daripada pengasahan yang dilakukan pada pesawat yang sudah jadi; sayap lingual dari bagian bawah pesawat dapat diasah sampai kedalaman yang tepat dan dihaluskan serta dibulatkan. Tidak dilakukan pengasahan lain dari pesawat pada tahap ini. Baru kemudian model dipasang pada pesawat untuk memastikan bahwa tidak ada halangan oklusi karena pengasahan sayap bukal dan pesawat malam siap untuk diflasking dan dipacking.

i. Flasking, packing, dan penyelesaian. Model pesawat malam diflasking dengan posisi menghadap ke bawah dalam flask dengan plaster yang diperluas ke tepi belakang palatum dan tepi bawah sayap lingual baseplate bawah. Selama flasking, selapis tipis plaster harus diletakkan ke cetakan dari berbagai permukaan gigi di malam untuk memastikan bahwa gelembung udara tidak akan terjebak. Agent wetting juga harus digunakan. Metode penanaman memastikan bahwa permukaan jaringan pesawat terletak sebagian di flask, sehingga resiko kerusakan pesawat dapat dihindari. Bagian flask yang kedua diisi setelah diolesi media separasi pada setengah bagian flask bawah. Bila plaster telah mengeras, flask dipanaskan dan flask dibuka, malam dihilangkan, flask ditutup dan bahan baseplate diproses dengan cara biasa. Bahan akrilik yang berwarna pink, sangat sesuai untuk tujuan tersebut. Setelah prosesing dan pendinginan, pesawat dideflasking, dibersihkan dan dikeringkan. Sisa bahan akrilik, yang disebut ‘flash’ di sekitar tepi bawah dan belakang, dihilangkan dan pesawat dipoles dan dihaluskan. Pada tahap ini, pesawat akrilik diletakkan pada model yang dikembalikan pada articulator dan diperiksa besar dimensi vertikalnya. Pesawat harus sesuai dengan oklusi pasien, dengan pergerakan mandibula ke depan pada posisi gigitan kerja.

B. Pembuatan activator direct

a. Pencetakan rahang atas dan rahang bawah.

b. Bite registration

· Penderita dalam posisi baring, mandibula dituntun sampai posisi edge to edge.

· Selembar malam dicelupkan ke dalam air panas kemudian digulung, dibentuk seperti tapal kuda yang tebalnya 1 cm.

· Bentukan malam tadi diletakkan pada RA dan RB, penderita dituntun ke posisi edge to edge dengan jarak 2-4 mm, keluarkan bite registration tadi dari mulut penderita dan celupkan ke dalam air dingin supaya kaku.

c. Bite registration dipasang dalam model kerja dan difixir pakai karet

d. Pemasangan dalam okludator

e. Pembuatan guide wire

Labial arch menempel pada 4 incisivus RB, dari distal I2RB kanan kiri membentu lup dengan posisi miring ke mesial C RA dimana lup tidak menempel pada gingival (jarak 1-2 mm), tinggi lup dari cervical C 4-6 mm, tag masuk ke palatum.

f. Fiksasi guidewire batas plat ditutup dengan malam, bagian bukal, labial, model kerja diboxing dengan malam merah.

g. Ulasi CMS (bahan separator)

h. Pengisian dengan self curing acrylic

i. Pemolesan

j. Insersi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar